Keputusan ini menjadi ujian moral bagi kepemimpinan Sherly Tjoanda. Apakah ia akan terus berdiri di sisi perusahaan ?, atau mulai mendengar jeritan buruh yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Maluku Utara? Waktu akan menjawab. Namun satu hal pasti: keadilan sosial tidak akan lahir dari kebijakan yang menindas mereka yang paling lemah.***
Upah Buruh Maluku Utara Hanya Naik 3 Persen di Tengah Ledakan Ekonomi: Gubernur Dinilai Pro Perusahaan, Abaikan Nasib Buruh













Komentar