Ternate, Maluku Utara – Kota Ternate bersiap menjadi sorotan nasional dengan ditunjuknya sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII. Agenda bergengsi ini bukan hanya menjadi ajang pertemuan para pemangku kepentingan kota pusaka se-Indonesia, tetapi juga momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya lokal.
Rakernas JKPI ke-XII yang akan digelar dalam waktu dekat ini mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk tokoh budaya dan pariwisata. Salah satunya adalah Arifin Umasangadji, mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate sekaligus pemerhati budaya yang telah mengikuti dinamika JKPI sejak awal digagas oleh Presiden Joko Widodo.
“Rakernas ini bukan sekadar pertemuan rutin, tapi peluang emas untuk menunjukkan kekayaan budaya Ternate kepada Indonesia dan dunia. Jika dikemas dengan baik, ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” ujar Arifin.
Ternate, Kota Pusaka yang Kaya Warisan Budaya
Sebagai salah satu kota pusaka di Indonesia, Ternate memiliki sejarah panjang dan kekayaan budaya yang luar biasa. Dari jejak Kesultanan Ternate yang legendaris, arsitektur kolonial yang masih lestari, kuliner khas yang menggoda selera, hingga festival budaya yang meriah – semua menjadi aset berharga yang bisa diangkat dalam Rakernas kali ini.













Komentar