oleh

Pembuangan Bayi di Ternate: Alarm Keras Kegagalan Sosial

-Artikel-259 Dilihat

Kota ini membutuhkan layanan konseling kehamilan krisis yang mudah diakses, gratis, dan bebas stigma. Membutuhkan mekanisme adopsi yang legal dan manusiawi. Membutuhkan tokoh agama yang lebih banyak menawarkan pelukan daripada vonis. Dan yang tak kalah penting, membutuhkan keberanian kolektif untuk mengatakan bahwa menyelamatkan nyawa bayi adalah prioritas mutlak, apa pun latar belakang kehamilannya.

Baca Juga  KOPERASI DESA MERAH PUTIH Fondasi Baru Ekonomi Kerakyatan dari Desa untuk Indonesia

Jika fenomena ini terus berulang, maka yang patut dipertanyakan bukan hanya siapa pelaku pembuangan bayi, tetapi siapa yang absen ketika nyawa itu seharusnya diselamatkan.

Ternate tidak boleh terbiasa dengan tragedi ini. Setiap bayi yang dibuang adalah peringatan keras bahwa ada yang salah dalam cara kita merawat kehidupan. Dan jika alarm ini masih juga diabaikan, maka sesungguhnya yang sedang kita kubur bukan hanya bayi-bayi tak berdosa, melainkan nilai kemanusiaan kita sendiri.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed