Oleh A. Malik Ibrahim
‘Demokrasi mati bukan karena kudeta, tapi kelelahan berpikir’Rocky Gerung
BELAKANGAN ini banyak ulasan politik yang bertajuk ‘matinya demokrasi’ atau ‘berakhirnya demokrasi’. Robert Dahl (1996), mengidentifikasi ragam arena persaingan politik yaitu pemilu, perlemen, birokrasi, otonomi daerah, dan seterusnya.
Apakah ini sekedar pertarungan gagasan, atau memang institusi politik mulai di- pinggirkan, sekaligus dinafikan oleh keinsyafan batin manusia; bahwa partai politik sudah kuno dan jadi konservatif?
Dan adalah fakta bahwa ide dasar politik kita bukan lagi visi, gagasan dan keyakinan, tapi perebutan kekuasaan dan uang. Apalagi ketika membaca krusialnya nestapa demokrasi seperti digambarkan dalam buku Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt, How Democracies Dies (2018), dan David Runciman, How Democracy Ends (2018), (Alfian, 2022 : 33).











Komentar