oleh

Harita Nickel: Menjadi Role Model Industri Tambang yang Menjunjung Nilai Kemanusiaan

Camat Ibu, Warjin Hi. Soleman, menambahkan bahwa kehadiran tim medis Harita sangat membantu, terutama dalam menangani keluhan kesehatan seperti gatal-gatal, demam, dan batuk yang mulai merebak di kalangan pengungsi.

Menyentuh Hati, Menguatkan Harapan

Di balik angka dan data, terdapat kisah-kisah haru yang memperlihatkan betapa pentingnya kehadiran Harita Nickel di tengah bencana. Sukarni Siu, warga Desa Tongute Ternate, harus menggendong suaminya yang sakit ke tempat aman saat banjir datang di tengah malam. Di saat yang sama, anak sulungnya sedang menjalani perawatan amputasi kaki di Ternate. “Saya sangat berharap ada bantuan untuk kesembuhan suami dan anak saya,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Baca Juga  Pustu Soligi, Harapan untuk Masa Depan Bebas Stunting

Sementara itu, Arfia Jalal (65), seorang lansia, menyebut banjir kali ini sebagai yang terparah sepanjang hidupnya. “Badan saya sakit semua karena kejadian itu, tapi syukurnya sudah diperiksa dan diberi obat oleh tim medis Harita,” katanya.

Kisah-kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap bencana, ada manusia yang membutuhkan uluran tangan. Dan Harita Nickel hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi sebagai bagian dari komunitas yang ikut merasakan dan bertindak.

Baca Juga  Dari Simulasi hingga Terjun ke Lokasi, Harita Nickel Padukan Edukasi dan Aksi Nyata Penanganan Bencana

Lebih dari Sekadar Tambang

Harita Nickel, melalui PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), telah lama dikenal sebagai pionir dalam pengolahan nikel limonit kadar rendah dengan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL). Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan sumber daya yang sebelumnya tidak bernilai menjadi produk strategis untuk industri baterai kendaraan listrik. Namun, di balik pencapaian teknologi dan kontribusi terhadap hilirisasi industri nasional, Harita Nickel juga membuktikan bahwa keberlanjutan tidak hanya soal lingkungan dan ekonomi, tetapi juga tentang sosial dan kemanusiaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *