Muammil mendorong Gubernur Sherly untuk lebih kreatif dan berani menggali potensi PAD dari sektor-sektor non-tambang seperti pariwisata, perikanan berkelanjutan, pertanian organik, dan ekonomi kreatif. Ia menilai Maluku Utara memiliki kekayaan alam dan budaya yang bisa menjadi sumber pendapatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Asal tidak malas berpikir dan mau bekerja keras, banyak potensi PAD yang bisa dikembangkan tanpa harus merusak lingkungan,” katanya.
Tantangan Menuju 2026
Menatap tahun 2026, Muammil mengingatkan bahwa tantangan terbesar Sherly bukan sekadar menjaga angka pertumbuhan ekonomi, tetapi membuktikan bahwa ia mampu membangun fondasi ekonomi daerah yang mandiri, adil, dan berkelanjutan.
“Prestasi kepala daerah bukan diukur dari seberapa besar royalti yang diterima, tapi dari seberapa cerdas ia mengelola sumber daya untuk masa depan rakyatnya,” pungkas Muammil.








Komentar