Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Biro Kesejahteraan Rakyat Malut, Boas Lana, menjelaskan bahwa kuota penerima beasiswa masih dalam tahap pembahasan. Penyaluran beasiswa akan dilakukan berdasarkan sistem desil, bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, agar benar-benar menyasar keluarga yang belum memiliki lulusan sarjana.
“Ibu Gubernur ingin agar program ini menyentuh langsung keluarga yang benar-benar membutuhkan. Fokusnya adalah pada peningkatan kualitas SDM di Maluku Utara,” jelas Boas.
Meski masih dalam tahap awal, program ini menunjukkan adanya langkah konkret dari Pemprov Malut untuk membangun masa depan pendidikan yang lebih baik. Harapannya, dengan masukan dari berbagai pihak, program ini bisa menjadi lebih efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.***













Komentar