oleh

AMPP—TOGAMMOLOKA Keritisi Gubernur Sherly Tjoanda, M.Iram Galela : Meritokrasi Semu di Pemprov Maluku Utara

-HEADLINE-2513 Dilihat

Ternate – Janji Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, untuk membangun birokrasi yang profesional dan berbasis meritokrasi kini dipertanyakan. Di balik retorika publik yang menampilkan citra kepemimpinan objektif dan berintegritas, sejumlah kebijakan rotasi dan demosi pejabat di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) justru dinilai sarat kepentingan politik dan jauh dari prinsip keadilan birokrasi.

Baca Juga  Jika Punya Hati, Gubernur Sherly Tjoanda Tidak Mungkin Setega Ini Kepada Korban Speedboat Bela 72

Ketua Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Togammoloka (AMPP-TOGAMMOLOKA), Muhamad Iram Galela, secara tegas menyebut bahwa uji kompetensi yang dilakukan dalam proses rotasi dan demosi pimpinan OPD hanya bersifat simbolis. “Meritokrasi yang digaungkan Gubernur Sherly hanyalah kedok. Faktanya, banyak pejabat yang diangkat justru memiliki rekam jejak buruk, bahkan terkait dugaan pelanggaran hukum,” tegas Iram dalam pernyataan tertulisnya.

Baca Juga  Muslim Arbi: Amandemen UUD 1945 Jadi Jalan Lahirnya Politik Dinasti, Model Presiden-Wapres Bapak-Anak

Kritik tajam ini muncul setelah Gubernur Sherly menonaktifkan empat pimpinan OPD, yakni Kepala Biro Administrasi Pembangunan Ridwan Saban, Kepala Dinas Kesbangpol Armin Zakaria, Kepala Dinas Perindag Yudithya, dan Kadispora Saifuddin Djuba. Keempatnya dinonaktifkan karena berstatus sebagai terperiksa oleh Inspektorat. Namun, langkah ini dinilai tidak konsisten.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *