Pendeta Yohanis Colling, tokoh Kristen Protestan GPM Maluku utara yang dimintai komentarnya terhadap isu ini belum memberikan tanggapannya.
“Selamat malam pak pendeta, ijin Minta tanggapan sedikit sebagai tokoh Kristen Protestan malut terkait foto ini, mohon maaf sebelumnya : nara sumber kami pertanyakan simbol Yahudi yang tertera di sal yang dipakai pendeta saat acara Pengresmian gereja GPM di desa Kawasi, Obi tidak seperti biasanya sal yg dipakai pendeta-pendeta sebelumnya yang hanya tertera gambar salib dan pesan damai “Ale Rasa Beta Rasa”.
Sampai berita ini naik tayang, belum ada tanggapan dari tokoh GPM dan pihak gereja Kawasi.Pihak gereja Kawasi atau GPM diharapkan memberikan klarifikasi terhadap isu ini.
Seperti Diketahui simbol yahudi kerap mematik traumatik global sejak perang yang dikobarkan Israel, bangsa Yahudi itu terhadap bangsa Palestina yang memakan korban tewas puluhan ribu dan jutaan warga Gaza -Palestina mengunsi.
Pemerintah dan elemen-elemen Masyarakat lainya diminta peka terhadap kondisi sosial masyarakat yang berkembang dan menjaga situasi dan kondisi tetap aman dan damai***









Komentar