Nazlah Kasuba kritik keras Gubernur Maluku Utara yang dinilai lalai mengawal program jembatan nasional. Tragedi guru meninggal di Loloda Utara jadi bukti nyata kegagalan sistemik.
Maluku Utara – Komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membangun 300.000 jembatan hingga 2026 sebagai solusi akses pendidikan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dinilai belum sepenuhnya disambut serius oleh pemerintah daerah. Hal ini disorot tajam oleh politisi Partai Gerindra, Nazlah Kasuba, yang menuding Gubernur Maluku Utara gagal meng-update dan mengawal program strategis nasional tersebut.
Dalam pernyataan kritisnya, Nazlah menyoroti lambannya respons Pemprov Maluku Utara terhadap kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah Loloda Utara, Halmahera Barat. Ia menilai, narasi “mencarikan solusi 4 jembatan” yang digaungkan pemerintah daerah justru menunjukkan ketidaksiapan dan ketidakjelasan arah kebijakan.
“Ini bukan soal mencari-cari solusi, ini soal tanggung jawab. Ketika pusat sudah membuka ruang, daerah justru lamban dan tidak transparan. Yang jadi korban adalah rakyat,” tegas Nazlah.
Nazlah menyinggung langsung tragedi kemanusiaan yang terjadi di Loloda Utara, di mana seorang guru SD meninggal dunia akibat rusaknya akses jalan dan tidak adanya jembatan penghubung. Menurutnya, peristiwa ini bukan sekadar musibah, melainkan alarm keras atas kegagalan sistemik yang tak bisa dibiarkan berulang.



Komentar