“Jembatan bukan sekadar beton dan besi. Ia adalah penghubung antara janji negara dan keselamatan warganya. Ketika guru harus mempertaruhkan nyawa demi mengajar, itu artinya negara – dalam hal ini pemerintah daerah – telah gagal hadir,” ujarnya.
Nazla menegaskan “Sebagai kader partai gerindra saya akan meminta data jembatan yang diusulkan ke pusat”tegas dia.
“Data adalah kunci. Tanpa data yang jujur dan lengkap, program sebesar apa pun hanya akan jadi wacana. Gubernur harusnya aktif, bukan jadi penonton,” kritiknya.
Ia pun berjanji akan turun langsung ke lapangan, menemui kepala daerah dan masyarakat di Galela dan Loloda Utara, untuk memastikan bahwa wilayah tersebut mendapatkan perhatian yang adil dan proporsional dari pemerintah pusat.
“Ini bukan soal siapa yang paling cepat mengklaim solusi. Ini soal siapa yang benar-benar bekerja. Kami tidak akan menunggu korban berikutnya untuk bertindak,” tegas Nazlah.



Komentar