Menjaga Warisan, Menjawab Tantangan
Di tengah tantangan urbanisasi, perubahan sosial, dan tekanan globalisasi, HAJAT ke-775 menjadi pengingat bahwa kekuatan Ternate terletak pada kemampuannya menjaga warisan leluhur sambil menjawab tantangan zaman. Sosok Sultan Babullah, yang disebut Wali Kota sebagai simbol diplomasi dan keberanian, menjadi inspirasi untuk membangun Ternate yang tangguh dan bijaksana.
“Patriotisme Sultan Babullah yang mengusir Portugis tanpa pertumpahan darah adalah pelajaran besar. Ini adalah diplomasi yang harus kita tafsir ulang sesuai konteks zaman,” ujar Wali Kota.
Menuju Ternate Berdaulat Budaya
Penandatanganan Peraturan Wali Kota tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda Hari Jadi Ternate menjadi penutup yang menegaskan bahwa HAJAT bukan sekadar seremoni, tetapi kebijakan strategis. Ini adalah bentuk institusionalisasi budaya dalam sistem pemerintahan, yang menjadikan warisan leluhur sebagai bagian dari tata kelola kota.
Dengan menjadikan HAJAT sebagai platform strategis, Ternate tidak hanya merayakan masa lalu, tetapi juga merancang masa depan. Masa depan di mana budaya menjadi kekuatan politik, ekonomi, dan sosial yang menyatukan masyarakat, memperkuat identitas, dan membuka peluang baru dalam sektor pariwisata dan pembangunan berkelanjutan.
Ternate 775 tahun bukan hanya tentang usia, tetapi tentang visi. Visi untuk menjadikan kota ini sebagai pusat peradaban yang hidup, berbudaya, dan berdaya saing di panggung dunia.***








Komentar