oleh

Feature : HAJAT 775 TAHUN TERNATE: DIPLOMASI BUDAYA, MERAJUT SEJARAH, MEMBANGUN MASA DEPAN BERBASIS BUDAYA

-Feature News-461 Dilihat

Oleh: [Dapur Redaksi PIKIRAN UMMAT]

Ternate — Di bawah langit biru yang menaungi halaman Kadaton Kesultanan Ternate, suasana khidmat menyelimuti setiap sudut pada Senin pagi, 29 Desember 2025. Denting gamelan “tiva” tradisional berpadu dengan langkah gesit para penari Tari Soya-Soya membuka Upacara Peringatan Hari Jadi Ternate (HAJAT) ke-775. Bukan sekadar seremoni tahunan, HAJAT tahun ini menjadi momentum strategis yang menyatukan kekuatan budaya, politik, dan ekonomi dalam satu tarikan napas: membangun Ternate sebagai kota bersejarah yang berdaya saing global melalui pariwisata budaya dan stabilitas pembangunan.

Meneguhkan Identitas, Menyulam Masa Depan

Dengan mengangkat tema “Melestarikan Budaya Tanah Leluhur”, HAJAT ke-775 menjadi ruang refleksi kolektif atas perjalanan panjang Ternate sebagai pusat peradaban rempah dunia. Di tengah arus modernisasi dan globalisasi, peringatan ini menjadi penegasan bahwa Ternate bukan sekadar sebuah kota , melainkan tanah leluhur yang menyimpan nilai-nilai adat, sejarah, dan kearifan lokal yang tak ternilai.

Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa HAJAT bukan hanya perayaan usia, tetapi juga pengingat akan peran strategis Ternate dalam sejarah dunia. “Ternate adalah episentrum dunia pada masanya. Rempah-rempah pala dan cengkeh telah membawa nama Ternate dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia,” ujarnya.

Pernyataan ini bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan strategi kebudayaan yang mengakar kuat dalam visi pembangunan kota. Dengan menjadikan Kadaton Kesultanan Ternate sebagai lokasi permanen pelaksanaan HAJAT, pemerintah kota menegaskan komitmen untuk menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Diplomasi Budaya dan Stabilitas Politik

Kehadiran Sultan Ternate, Hidayatullah Syah, bersama perangkat adat dalam upacara ini bukan hanya simbol kehormatan, tetapi juga bentuk nyata sinergi antara kekuatan tradisional dan pemerintahan modern. Dalam konteks politik lokal, ini adalah bentuk diplomasi budaya yang memperkuat legitimasi sosial dan stabilitas pemerintahan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *