Tak hanya soal lingkungan, Harita Nickel juga menunjukkan komitmen pada pembangunan sosial. M. Djufryhard dari Telapak mencatat munculnya tokoh-tokoh perempuan penggerak di Pulau Obi, yang terinspirasi dari program pemberdayaan sosial perusahaan.
“Ini bukti bahwa tambang bisa menjadi motor pembangunan manusia, bukan hanya ekonomi,” ujarnya.
Langkah Harita Nickel menuju keberlanjutan juga terlihat dari partisipasinya dalam audit penuh Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), standar global untuk pertambangan bertanggung jawab. Selain itu, perusahaan kini tengah mempercepat pemasangan panel surya berkapasitas 40 MWp di Pulau Obi, sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih.
Menambang dengan Hati
Di tengah sorotan tajam terhadap industri tambang, Harita Nickel menunjukkan bahwa menambang dengan hati bukanlah utopia. Dengan teknologi, komitmen sosial, dan keberpihakan pada lingkungan, perusahaan ini membuktikan bahwa pertambangan dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan.
Pulau Obi kini bukan hanya dikenal sebagai penghasil nikel, tapi juga sebagai contoh bahwa masa depan industri ekstraktif bisa lebih hijau, lebih adil, dan lebih manusiawi.***













Komentar