oleh

Masa Depan Indonesia Di Tangan Prabowo, Bukan Jokowi

-OPINI-613 Dilihat

Tony Rosyid : Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Ketika wawancara di salah satu radio, ada seorang pendengar bertanya: “kok Tony Rosyid sekarang tidak lagi benci Jokowi?”. Ini pertanyaan yang keliru, bahkan konyol. Dari dulu Tony Rosyid tidak pernah benci Jokowi. Kalau kritiknya selalu tajam dan keras kepada Jokowi, itu semata hanya menjalankan tugas kebangsaan sebagai warga negara. Tidak boleh ada kedzaliman dalam mengelola bangsa ini. Tugas rakyat untuk terus konsisten melakukan kontrol dan mengingatkan penguasa ketika rute perjalanan bangsa dinilai menyimpang dari cita-cita kemerdekaan. Saat itu, penguasanya adalah seseorang yang bernama Jokowi.

Baca Juga  Milad ke-24, PKS Halsel Bagi 240 Paket Barito, Bassam Kasuba : PKS Konsisten Berdiri Bersama Rakyat

Jokowi telah menjadi masa lalu. Penguasa saat iini adalah Prabowo. Panggung kekuasaan ada di tangan Prabowo. Ini artinya bahwa nasib dan masa depan Indonesia sangat bergantung pada keputusan, kebijakan dan bagaimana Prabowo mengelola negeri ini. Bukan pada Jokowi.

Kalau hari ini ada pihak yang terus mengejar Jokowi dan meminta pertanggung jawabannya selama 10 tahun, ini wajar dan normal saja. Penting untuk menjadi pelajaran bagi pemimpin berikutnya, siapapun ia, untuk berbuat yang terbaik bagi rakyat dan menghindari kebijakan yang membawa konsekuensi hukum dan sikap politik yang akan menuntut pertanggungjawaban pasca lengser keprabon. Umumnya, seorang penguasa sering kehilangan kesadaran akan masa depan ketika ia sedang berkuasa. Ia lupa bahwa kekuasaannya akan berakhir setelah 5-10 tahun. Selesai itu, ia akan menghadapi rakyat yang pernah dikecewakannya. Begitulah siklus politik dalam sejarah.

Baca Juga  Milad ke-24, PKS Halsel Bagi 240 Paket Barito, Bassam Kasuba : PKS Konsisten Berdiri Bersama Rakyat

Ketika Soekarno memproklamasikan kemerdekaan di tahun 1945, namanya harum. Nama Soekarno melambung tinggi. Semua rakyat memujanya. Tahun 1965, Soekarno mendapatkan protes hampir seluruh rakyat dan jatuh di tahun 1967. Kasus G-30S-PKI dan krisis ekonomi memaksa rakyat menghujat dan menjatuhkannya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *