oleh

Jokowi, Antara Luka Hati dan Rasio Politisi

-OPINI-636 Dilihat

Ketiga, Jokowi dianggap masih punya kekuatan untuk melakukan intervensi dan mengendalikan Prabowo. Bertahannya Kapolri yang menjabat terlalu lama dengan semua dinamikanya dianggap bagian dari intervensi Jokowi.

Meski masih bisa intervensi, secara politik Jokowi tak sekuat saat berkuasa. Semua instrumen negara telah lepas. Kekuatan Jokowi terus tergerus dan menurun. Berpalingnya Projo (Relawan Pro-Jokowi) ke Prabowo menjadi salah satu petunjuk nyata dan mudah disimpulkan bahwa Jokowi telah secara berangsur-angsur ditinggalkan relawannya.

Baca Juga  Milad ke-24, PKS Halsel Bagi 240 Paket Barito, Bassam Kasuba : PKS Konsisten Berdiri Bersama Rakyat

Di tengah semakin menurunnya pengaruh Jokowi, kemarahan sebagian rakyat kepada Jokowi nampak belum surut. Diantara mereka mengejar Jokowi melalui isu “ijasah palsu”. Jokowi terus dipojokkan dengan isu “ijasah palsu” ini. Isu ini berjalan cukup lama. Tak surut hingga memakan waktu bertahun-tahun.

Beberapa hari lalu (7/11/2025), delapan nama terkait isu “ijasah palsu” telah ditersangkakan. Ini artinya isu “ijasah palsu” mulai masuk babak baru dan butuh waktu lama lagi untuk berselancar di ruang publik.

Baca Juga  Milad ke-24, PKS Halsel Bagi 240 Paket Barito, Bassam Kasuba : PKS Konsisten Berdiri Bersama Rakyat

Satu pertanyaan: apakah langkah mentersangkakan delapan tokoh ini merupakan ekspresi luka hati atau bagian dari manuver politik Jokowi?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *