oleh

Tajuk: Jangan Jadi Jaksa MotoGP di Atas Motor Ojek

-Editorial-466 Dilihat

Karena ujungnya, rakyat tidak menilai siapa yang paling keras bersuara tapi siapa yang paling berani menuntaskan perkara sampai ke akar.

Jadi, jika ingin menjadi pembalap sejati di arena penegakan hukum, jangan pakai motor ojek untuk pamer kecepatan.

Tancap gaslah di jalur yang benar: bongkar kasus besar, tuntaskan perkara lama, dan buktikan bahwa Kepala Kejati Malut bukan hanya “garang” simbolik, tapi tajam di tindakan.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *