Kecurigaan publik pun wajar jika mengaitkannya dengan dinamika politik anggaran.Jangan sampai kejaksaan yang seharusnya berdiri netral justru menjadi alat tekan di meja negosiasi antara legislatif dan eksekutif.
Kejati baru memang boleh tampil tegas, tapi ketegasan itu harus disertai arah strategis dan keberanian proporsional. Jangan memilih perkara yang mudah hanya untuk tampil heroik. Hukum bukan panggung kejar popularitas, dan keadilan tidak bisa dicapai dengan menabrak perkara kecil sambil membiarkan perkara besar lolos di tikungan.
Publik Maluku Utara menaruh harapan besar kepada kepala Kejaksaan Tinggi Malut yang baru Sufari, SH.M.Hum yang datang dengan semangat bersih. Tapi semangat itu akan kehilangan makna jika hanya diwujudkan dalam aksi “uji nyali” simbolik, gebrakan awal yang keras suaranya, tapi tak punya tenaga untuk menyalip korupsi besar yang sudah menahun.
Kita butuh Kejati yang berpacu di lintasan utama, bukan di gang sempit politik daerah.Kita butuh jaksa yang menunggang mesin keadilan sungguhan, bukan hanya menyalakan knalpot di depan kamera.














Komentar