Keberhasilan Harita Nickel patut menjadi cermin bagi perusahaan-perusahaan tambang lain di Indonesia. Bahwa membangun tambang sejatinya bukan hanya menggali mineral dari bumi, tetapi juga menggali potensi manusia di sekitarnya.
Dalam konteks pembangunan nasional, praktik CSR seperti ini harusnya menjadi paradigma baru: pertambangan yang memuliakan manusia dan menumbuhkan kehidupan, bukan merampasnya.
Jika pemerintah, korporasi, dan masyarakat bisa berjalan dalam visi yang sama menempatkan kesejahteraan manusia sebagai pusat dari eksploitasi sumber daya maka masa depan industri ekstraktif Indonesia tidak hanya akan ditulis dalam laporan produksi, tetapi juga dalam kisah kemanusiaan yang membanggakan.













Komentar