oleh

Harita Nickel Raih SCTV Awards 2025 Berkat Program CSR Inspiratif di Pulau Obi

Jakarta — Keberhasilan Harita Nickel dalam mengubah wajah ekonomi masyarakat di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, menuai apresiasi nasional. Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk Harita untuk Kehidupan Berkelanjutan resmi mengantarkan perusahaan ini meraih SCTV Awards 2025 untuk kategori Best Corporate Social Responsibility Program.Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi Harita Nickel dalam mengembangkan potensi lokal melalui pemberdayaan petani dan perempuan di lingkar tambang. Bukan sekadar program filantropi, inisiatif CSR Harita Nickel terbukti mampu menciptakan rantai ekonomi produktif dan berkelanjutan yang mengubah kehidupan ratusan warga Pulau Obi.

Baca Juga  OPEN HOUSE DI TERNATE: Lebaran Yanger dan “Guns N’ Roses” Meriah dan Penuh Spirit Toleransi

Kisah Nia: Dari Petani Ragu Menjadi Pemasok Utama Perusahaan

Salah satu wajah inspiratif di balik keberhasilan ini adalah Siti Marnia, atau yang akrab disapa Nia, petani asal Desa Akegula. Berbekal pengalaman pertukaran petani Indonesia–Jepang pada 1999–2000, Nia membawa ilmu pertanian modern ke Pulau Obi. Namun, pada awalnya masyarakat setempat belum yakin untuk bertani.

Baca Juga  Langkah Preventif PLT Karutan Ambon Intensifkan Pengawasan Wartelsus Demi Stabilitas Kamtib

“Awalnya, masyarakat ragu karena takut hasil panen tidak laku. Tapi setelah Harita Nickel menjamin pembelian hasil panen, semua berubah,” tutur Nia.

Kini, kelompok tani yang dipimpin Nia mampu memproduksi 4 hingga 6 ton sayuran dan buah-buahan setiap bulan, seluruhnya diserap untuk kebutuhan konsumsi di area perusahaan. Dukungan Harita tidak hanya berupa pemasaran, tetapi juga fasilitas seperti green house untuk menanam sawi putih serta pelatihan pencatatan hasil panen.

Baca Juga  Kritik Tajam LKPJ 2025, Sofyan Abas : Anak Putus Sekolah di Tengah Pencitraan Pendidikan Gratis

“Bantuan ini sangat berharga, terutama dari sisi pengetahuan dan pendampingan. Kami merasa dihargai dan dibantu untuk tumbuh,” tambahnya.

Bambang: Mantan Kontraktor yang Menemukan Harapan di Tanah Obi

Cerita lain datang dari Bambang Pujianto, petani asal Desa Laiwui. Dahulu, ia adalah kontraktor proyek mercusuar, namun kini ia sukses menjadi petani dengan lahan seluas 1,8 hektare.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *