Sementara Fauzia, anggota Propala, menambahkan, “Dulu pala hanya dijual bijinya. Sekarang kami bisa olah jadi minuman dan manisan, dan hasilnya jauh lebih baik.”
Model CSR yang Hidup dan Berkelanjutan
Program CSR Harita Nickel saat ini telah melibatkan 21 kelompok tani dan usaha mikro di Pulau Obi. Pendekatannya tidak hanya memberikan bantuan, tetapi membangun sistem ekonomi sirkular: dari pelatihan, pengolahan, hingga pemasaran.
“Dengan lebih dari 20 ribu tenaga kerja, peluang ekonomi di sekitar perusahaan harus dimanfaatkan untuk masyarakat,” tegas Latif.
Keberhasilan Harita Nickel ini menjadi contoh langka dalam industri pertambangan yang sering dikaitkan dengan konflik sosial dan kerusakan lingkungan. Melalui CSR yang berorientasi pada pemberdayaan manusia, Harita Nickel membuktikan bahwa tambang bisa menjadi sumber kehidupan yang bermartabat.
Penghargaan SCTV Awards 2025 ini bukan hanya pengakuan atas keberhasilan program, tetapi juga simbol perubahan paradigma CSR di Indonesia dari sekadar “bantuan sosial”, menjadi gerakan ekonomi yang menghidupkan harapan.
—
Editor: Usman Hi Sergi
Reporter: [M.Gufran]
Foto: Dokumentasi Harita Nickel



Komentar