“Harita Nickel bantu kami dari awal: bibit, pelatihan, hingga cara membuat pupuk dan budidaya cacing sutra,” ungkap Bambang.
Kini, Bambang rutin memasok 200 kilogram semangka dan 400 kilogram melon per minggu kepada Harita Nickel, dengan harga Rp9.000 per kilogram. Ia berharap ke depan dapat membentuk koperasi tani agar petani Obi semakin kuat secara ekonomi.
“Saya optimis pertanian di Obi akan maju. Harita tidak sekadar membantu, tapi membangun kepercayaan diri petani,” ujarnya.
Kafe Prosa dan Propala: Pemberdayaan Perempuan yang Menginspirasi Nasional
Tak hanya sektor pertanian, Harita Nickel juga aktif menggerakkan ekonomi perempuan melalui program Kafe Prosa dan Propala (Produk Pala Obi).
External Relations Harita Nickel, Latif Supriadi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat lingkar tambang.
“Tiga bulan lalu kami meluncurkan Kafe Prosa di PT Halmahera Jaya Feronikel, dikelola oleh ibu-ibu di Desa Kawasi. Mereka menjual aneka olahan makanan dan minuman untuk karyawan perusahaan,” jelasnya.
Selain itu, Propala yang baru diluncurkan pekan ini memberdayakan 30 perempuan untuk mengolah buah pala menjadi sirup, air guraka, dodol, dan manisan.
“Buah pala adalah kekayaan Maluku Utara. Kami ingin produk ini menjadi kebanggaan daerah sekaligus sumber penghasilan keluarga,” kata Latif.
Salah satu pengelola Kafe Prosa, Sani Melilan Tuta, mengaku omzet kafe kini mencapai Rp90–105 juta per bulan. “Kami dilatih dari nol, mulai dari pengolahan hingga pemasaran. Sekarang kami mandiri dan bangga,” ujarnya.



Komentar