2028: Integrasi layanan darurat maritim dengan sistem call center 112.
—
EDITORIAL CORNER
“Dari Laut Ternate, Sebuah Harapan Bernama Kesetaraan”
Ketika ambulans laut itu berlabuh, yang datang bukan hanya kapal, melainkan sebuah gagasan bahwa nyawa di pulau terpencil tak boleh lebih murah dari nyawa di kota.
Kehadiran armada medis laut ini adalah bentuk keberanian berpikir keluar dari daratan — membuktikan bahwa pemerintahan yang visioner bukan yang membangun gedung tinggi, tapi yang menjangkau warga paling jauh.
Tantangan berikutnya bukan pada mesin, melainkan pada sistem dan keberlanjutan. Kapal ini harus dijaga, dibiayai, dan dikelola dengan disiplin agar tak berubah menjadi monumen kehendak baik yang karam di tengah birokrasi.
Jika Ternate mampu menjadikan lautnya sebagai jalur kehidupan dan bukan batas pelayanan, maka dari sinilah — dari dermaga kecil di utara Maluku — akan lahir konsep baru tentang kota kepulauan yang benar-benar hidup.
—
QUOTE OF THE DAY
“Laut bukan pemisah, tapi penghubung kehidupan. Dari laut, kita belajar arti keberanian, kesetaraan, dan pengabdian.”
— Dr. H. Rizal Marsaoly, Sekretaris Daerah Kota Ternate














Komentar