Visi Ternate sebagai “Kota Pulau yang Sehat dan Setara” kini sedang diuji. Apakah ide besar ini mampu bertahan di antara anggaran yang terbatas, cuaca ekstrem, dan birokrasi yang lamban? Ataukah ia hanya menjadi cerita hangat yang perlahan tenggelam di balik riuh politik lokal?
Sejarah akan mencatat keputusan-keputusan hari ini.Dan jika Ternate berani menjadikan lautnya sebagai ruang keadilan sosial, maka dari pelabuhan kecil itu, masa depan kota kepulauan Indonesia akan lahir.














Komentar