HEADLINEHUKUM

Seolah Tertidur Dalam Mimpi Panjang 10 Tahun, AGK Baru Bangun di Pangadilan dan Figth Back !

Nampak sang Kiyai mantan Gubernur Malut ini baru tahu kasus posisi yang menjeratnya adalah konspirasi orang-orang yang selama ini dia percaya dan besarkan

PIKIRAN UMMAT.Com—Ternate||Perkembangan kasus hukum delik pidana gratifikasi dan suap serta TPPU yang menjerat mantan Gubernur Maluku utara 2 periode AGK terus bergelinding menguak fakta hukum yang sebenarnya.

Mulai terkuak, fakta demi fakta persidangan, betapa sang Kiyai itu baru sadar bahwa selama berkuasa nyaris 10 tahun itu, dia ternyata berada dalam mimpi indah bak raja ditengah pembantu dan dayang-dayang yang sumpah setia.

AGK seolah lupa sampai terbuai bahwa ciuman tangan, pelukan hangat cipiki cipika dari orang-orang dekatnya itu ternyata hanyalah racun budiga hati AGK.Terbukti dugaan tipu muslihat nan culas mereka permainkan dibelakang ciuman tangan dan pelukan hangat itu.Lakon bak drakor alias drama Korea.

Dan ibarat terbangun dari mimpi indah panjang, AGK baru menyadari bahwa selama 10 tahun itu dia ternyata tidur di sarang rayap yang menggerogoti tubuhnya perlahan hingga nyaris “tewas” saat telah duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa kasus gratifikasi dan suap.Ohh ! Sungguh Malang nian nasibmu Kiyai.

Begitulah gambaran atas apa yang dialami mantan orang nomor satu Malut yang kharismatik itu.Dia baru sadar ternyata selama ini diselingkuhi anak buahnya dari belakang.

Terbukti dari fakta persidangan, salah satu ajudan berinisial WT dan isteri sirinya G menggerayangi duit AGK sampai Rp.4,3 milyar.Duit itu yang diminta AGK ke pejabat-pejabat dan pihak swasta untuk membantu pengobatan Sindi Claudia dan Sindi-Sindi Claudia lainya.Itu baru 1 kasus ajudan, belum ajudan, staf dan Sespri honorarium yang lain yang oleh internal keluarga dicurigai terlibat dalam modus yang sama.

WT dan G dalam kesaksiannya mengakui memanfaatkan saksi Sindi Claudia sebagai orang susah ekonomis yang sakit itu membutuhkan bantuan biaya pengobatan ke Singapura.Pasutri ini lalu meminta bantuan Sindi Claudia membuka reqening untuk menerima transferan yang naifnya dia tidak menyanyakan untuk apa reqening nya dibuka dan dikuasai buku reqening dan kartu ATM oleh G.

Sadis ! Modus kejahatan ini dijalankan pasutri ini sampai saksi G tak kuasa atas rasa dosa telah menipu orang yang mereka tuankan sebagai orang tua itu sampai nyaris hari H AGK dibelenggu KPK sebaiknya diakhiri saja.

”iya saya pernah menasehati suami saya WT agar menyusahi ini semua”jawab saksi G ketika ditanyai PH AGK apakah pernah menasehati suami WT agar menyudahi semua praktek culas ini.

Dasar! Semua itu tumbuh subur dari AGK yang pengiba orang susah,  percaya saja setiap keterangan WT dan G dan asik saja menerima dan membalas setiap telpon dan pesan yang dikirimkan G yang berperan sebagai Sindi Claudia itu.

Di kesaksian untuk terdakwa Ramadhan Ibrahim, WT bahkan dengan berani berteriak “me semua bikin begitu jadi saya juga bikin”

Simak saja pernyataan PH terdakwa Ramadhan Ibrahim “mengakui bahwa ada uang yang masuk ke beliau, dan di gunakan untuk kepentingan pribadi, di berikan langsung oleh pihak lain melalui rekening pak Wahidin, dan fakta nya yang di lakukan saksi grayu/ istri pak saksi wahidin dengan rekening Windi Claudia adalah sejak awal di atur/di arahkan oleh saksi wahidin,
Ada niat jahat Saksi Wahidin sejak Awal untuk memeras/menikmati Transfer dari terdakwa (AGK), demikian pak”

“Kalau itu kamin liat lagi rekaman kami di kemarin, faktanya yang bersangkutan melakukan itu karena merasa kurang di perhatikan/yang lain dapat saya tidak, maksudnya AGK sering memberikan uang ke orang yang minta tolong/masyarakat yang membutuhkan sementara mereka yang bekerja sebagai ajudan kurang di perhatikan, ini yang melatarbelakangi yang bersangkutan melakukan skenario seperti di atas“

Pernyataan WT yang memberikan pesan bahwa seolah semua orang di sekeliling AGK bermain memanfaatkan keluguan dan keikhlasan AGK.

Terbukti, AGK langsung fight Back !AGK membantah semua kesaksian yang dinilainya palsu itu.

“Saya tidak tahu yang mulia,” bantah AGK dipersilahkan ketua Majelis hakim menanggapi kesaksian WT.

AGK menyatakan, nama Windi atau G yang belakangan terungkap merupakan istri siri WT itu ia tidak tahu sama sekali. AGK nampak kepala telah dikhianati WT yang Ia dianggap sebagai anak angkat yang dibesarkan dan dijadikan anggota Polri.

”Saya dengar berita ini saya menyesal sekali yang mulia. Jadi keterangan-keterangan yang tadi itu sepertinya saya tidak terima yang mulia,” katanya dengan raut wajah kesal.

”Kenapa rekening begitu banyak masuk lewat saya. Sementara anak saya (T) dan G sama sekali saya tidak tahu, dan tidak pernah saya tahu. Nanti Ramadan kasih tahu saya waktu di KPK,” sambung gubernur dua periode itu.

AGK juga mengaku kaget ketika mengetahui sosok G merupakan istri WT saat diperlihatkan foto WT dan G  oleh Ahmad Taufik.

”Saya kaget yang mulia, apa WT sudah kawin. Seperti saya tidak percaya. Itu yang saya sampaikan yang mulia,” tuturnya.

Oleh Majelis Hakim dan JPU KPU, fakta persidangan terkait WT dan G sudah memiliki Mensrea yang artinya memenuhi unsur delik perdana.

Salah satu staf PH terdakwa AGK bahkan menilai ke 2 saksi ini telah layak diteraangkakan.

”unsur Mensrea nya sudah tu sudah layak diteraangkakan”ujar dia.

Banyak pihak curiga, WT merupakan fonomena gunung ES di lingkaran AGK yang masih banyak yang belum terungkap.Mari Kita telusuri rekam sistimatis bagaimana AGK diduga dikerjain anak buahnya.

Berdasarkan pengakuan salah satu mantan ajudan kepada media ini, “tiap berangkat ke Jakarta atau keluar daerah untuk menghadiri kegiatan undangan Presiden dan Menteri, selalu saja mereka beralasan SPPD pak Gub (Gubernur AGK) tidak bisa cair”ungkapnya.

”Nah karena tidak ada uang namun harus menghadiri acara Presiden dll, terpaksa Pak Gub minta ke pejabat dan swasta, inilah yang disangkakan sebagai praktek gratifikasi dan suap bahkan mungkin TPPU”jelas dia.

Masa iya ya, dana operasional Gubernur yang super penting yang harus mendapat prioritas itu kok tidak bisa cair pada waktu sangat dibutuhkan Gubernur.

”Itu bahkan hari minggu dan hari libur saja busa nanti dihitung tanggal mundur bagaimana tidak bisa”tanya salah satu narsum media ini.

”itu modus bagaimana para staf kepala daerah dalam  mendulang pundi-pundi rupiah”gambaran dia.

Modus operandi orang dekat AGK baru terungkap di salah satu ajudan, namun KPK dan majelis hakim serta tim pengacara diharapkan bisa menguak lebih jauh orang dekat mantan Gubernur AGK ini lebih luas lagi.

Delik gratifikasi, suap dan TPPU yang didakwakan dan disangkakan kepada AGK mungkin tak salah lagi secara hukum, bahwa mantan Gubernur AGK ini telah menerima uang dari ASN dan Swasta adalah ansih praktek gratifikasi dan suap.

Tetapi penelusuran lebih jauh bisa memungkinkan KPK dan Mejelisi hakim menemukan kembali uang negara dibalik sangkaan kerugian negara pada delik TPPU.Bahwa jika benar, mungkin saja duit TPPU ini menyasar ke luar AGK yakni mereka-mereka orang dekat seperti WT dan Isteri ini.

Info beredar luas ni Bapak-Bapak JPU dan KPK, konon para ajudan dan staf Sespri ini rata-rata memiliki aset bernilai milyaran rupiah dari properti berupa rumah, mobil dan tanah.

Apa benar ? Ya telusuri saja mumpung mereka sudah digiring ke pengadilan ada yang sudah sebagai terdakwa dan lainya  baru sebatas saksi.

Majelis Hakim dan JPU KPK harus ingat bahwa menimpakan seluruh kesalahan orang banyak hanya kepada seseorang itu juga dzolim.

”lebih baik membebaskan seribu Orang yang bersalah daripada menghukum seseorang yang tidak bersalah”.

Oke !

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *