oleh

Jacob Ereste: Program MBG Sungguh Mulia, Tapi Teknisnya Harus Dirombak Total”

-Jakarta-144 Dilihat

Daripada Bagi Nasi Kotak, Lebih Baik Kasih Uang ke Orang Tua”

BANTEN. — Program *Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto untuk mengejar Indonesia Emas 2045. Tujuannya mulia: menaikkan gizi pelajar, mencetak generasi cerdas dan sehat.

Tapi menurut pengamat sosial Jacob Ereste, cara pelaksanaan MBG selama ini justru menimbulkan masalah baru. Mulai dari pemborosan, penolakan menu, hingga kasus keracunan massal yang membuat lembaga kemanusiaan dunia mendesak program ini dihentikan sementara.

Baca Juga  KITORANG BACERITA Gelar Maulid Nabi di Jakarta, Ratusan Warga Malut Dari Puluhan Paguyuban Hadiri

“Jika sungguh serius, teknis pelaksanaan MBG patut dilakukan dengan cara paling sederhana, efektif dan efisien. Hingga tidak perlu menimbulkan masalah di hulu maupun di hilir,” ujar Jacob Ereste, Selasa (9/9/2026).

Usulan Bom: Ganti Nasi Kotak dengan Uang Tunai ke Orang Tua

Jacob menawarkan solusi radikal. Alih-alih memasak dan mendistribusikan jutaan porsi makanan dari dapur umum, dana MBG *langsung diserahkan ke orang tua atau wali murid dalam bentuk uang tunai*.

Baca Juga  DIISUKAN BERPASANGAN DI PILKADA HALSEL 2031, NABIL BUL - BUL dan BASSAM KASUBA BANTAH KERAS

Skemanya:
1. Pemerintah pusat tetap tetapkan standar menu dan takaran gizi lewat Badan Gizi Nasional (BGN).
2. Orang tua yang menyiapkan makanan dari rumah sesuai menu mingguan yang sudah ditentukan.
3. Anak bawa bekal sendiri saat jam istirahat di sekolah.

“Menu variasi bisa disiapkan Pengurus Pusat MBG berikut pedoman dan jadwalnya. Jadi orang tua punya petunjuk praktis sepekan. Anak juga dapat makanan yang sudah akrab di keluarga,” jelasnya.

Baca Juga  Sherly Tjoanda Gubernur Terbaik, Muslim Arbi : Ini Anomali Yang Sesungguhnya

Alasan Efisiensi: Hemat Rp3.000 Per Porsi, Potong Mata Rantai Korupsi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *