TERNATE — Usai Piala Dunia 2026, di kota Ternate, nama Persiter kembali menggema.Publik negeri gila bola ini menangkap ada spirit yang membakar hingga api Club perserikatan yang menyimpan nama besar itu kembali menyala.
Ya, euforia Piala Dunia masih terasa di Kota Ternate. Bukan karena Persiter yang main di final. Tapi karena “Kampung Piala Dunia” di Taman Filem, Fort Orange berhasil bikin dunia menoleh.
FIFA sendiri memposting euforia nonton bareng di Taman Filem lewat laman Instagram resminya. Ribuan warga Ternate berdesak-desakan, berteriak, dan berpelukan demi bola.
Dari situlah satu inspirasi lahir: semangat sepakbola di Ternate belum mati. Ia hanya sedang tidur.
Dan orang yang pertama menangkap sinyal itu adalah Dr. H. Rizal Marsaoly.
Mungkin saja dibenak Presiden Fens Spanyol itu : Ternate punya stadion representatif liga utama, ada SDM dimana banyak bibit unggul sepakbola yang sayang dibiarkan nganggur dan Masyarakat Ternate dan Maluku Utara gila bola, pesan kuat bahwa potensi pangsa pasar sangat mendukung untuk membangun Persiter sebagai club profesional yang mandiri.
“Lalu untuk apa kita biarkan Persiter dengan nama besarnya tinggal cerita” mungkin itu yang terngiang di benak H.Ical.
1. DARI KAMPUNG PIALA DUNIA KE KANTOR WALI KOTA
Sekretaris Daerah Kota Ternate yang juga Sekretaris Umum Persiter ini tidak mau euforia itu berhenti di Taman Filem.
Kamis 23 Juli 2026, di aula lantai 3 Kantor Wali Kota, H. Ical — sapaan akrab Rizal Marsaoly — memimpin forum diskusi “Bacarita Persiter bersama Wali Kota Ternate”.








Komentar