Pertama, soal pembiayaan jumbo dan utang BUMN Karya yang membengkak hingga ratusan triliun demi mengejar target tol. Siapa yang menanggung utang itu pada akhirnya?
Kedua, soal dugaan kartel dan bagi-bagi kavling konsesi tol kepada segelintir pengusaha yang dekat dengan lingkaran kekuasaan. Benarkah jalan tol hanya menjadi ladang bisnis oligarki dengan jaminan negara?
Ketiga, soal nasib rakyat yang tergusur dengan ganti rugi murah, sementara tarif tol yang mahal justru mencekik logistik.
“Jalan tol era Jokowi bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi proyek oligarki yang dilegitimasi negara. Ini harus dibongkar,” ujar Muslim Arbi.
Kehadiran Munarman, Muslim Arbi, dan Ucok B. Sky yang dikenal berani membuka data anggaran dan jejak oligarki, dipastikan akan membuat diskusi ini bukan sekadar diskusi biasa, tapi sebuah forum pembongkaran.








Komentar