4. Konektivitas: Pembangunan dan rehabilitasi dermaga Ternate-Hiri untuk membuka akses geowisata.
5 & 6. Integrasi Budaya, Hayati, dan Ekonomi: Dari dokumentasi sejarah rempah dan tradisi kesultanan, perlindungan ekosistem, hingga penguatan UMKM dan perempuan lewat geoproduk berbasis rempah dan kriya lokal.
99 Aksi Menuju UNESCO
Pengembangan Geopark Ternate yang digagas Rizal bertumpu pada empat pilar: Konservasi, Edukasi, Ekonomi Masyarakat, dan Sarana Pelaksanaan.
Tidak main-main, dalam matriks program ada 99 aksi yang dibagi dalam tiga fase:
– Jangka Pendek (2027–2028): Pengkajian dan perencanaan
– Jangka Menengah (2027–2031): Pelestarian dan pengembangan sarana
– Jangka Panjang (2027–2037): Pemanfaatan geowisata skala penuh
Di tangan seorang Sekda yang juga akademisi, rencana induk ini terlihat sangat terukur, teknokratis, namun tetap membumi.
Jika rencana ini mulus, Ternate akan segera meraih status Geopark Nasional, sebelum akhirnya bertarung di level tertinggi: UNESCO Global Geopark (UGGp).
Dari Bogor, Dr. H. Rizal Marsaoly telah meletakkan fondasi. Kini Ternate tidak hanya menjual sejarah rempah, tapi menjual bumi itu sendiri untuk kesejahteraan masyarakat dan pelestarian peradaban.











Komentar