Rumah layak memberi fondasi bagi kesehatan anggota keluarga dan keberlanjutan pendidikan anak. Dari sudut ekonomi pembangunan, perumahan bukan sekadar konsumsi sosial, melainkan aset produktif bagi rumah tangga miskin. Kondisi tinggal yang lebih baik membantu keluarga mengalokasikan tenaga dan waktu untuk kegiatan ekonomi yang lebih stabil. Karena itu, intervensi perumahan berbasis komunitas layak dipadukan dengan program penguatan penghidupan keluarga.
Manfaat Barifola juga bersifat sosial dan psikologis. Keluarga penerima dapat merasa lebih dihargai, lebih percaya diri, dan lebih leluasa berinteraksi dalam komunitasnya.
Dampak ini penting karena kemiskinan sering membawa stigma dan rasa malu yang membatasi partisipasi sosial. Ketika warga merasa tidak bernilai, mereka cenderung menjauh dari organisasi masyarakat, kegiatan ekonomi, dan proses pengambilan keputusan. Barifola memulihkan posisi sosial keluarga dengan memperlakukan mereka sebagai bagian dari komunitas yang setara. Pemulihan martabat tersebut dapat memperkuat keberanian keluarga untuk mencari kerja, memulai usaha, dan mendukung pendidikan anak. Pengentasan kemiskinan yang mengabaikan dimensi martabat berisiko hanya mengurangi gejala tanpa memulihkan daya hidup warga.
Namun, modal sosial tidak selalu bekerja secara otomatis dan netral. Ikatan sosial yang kuat dapat berubah menjadi eksklusif apabila bantuan hanya beredar dalam jaringan keluarga atau kelompok yang dekat dengan pengurus. Risiko ini perlu diantisipasi melalui kriteria penerima manfaat yang jelas dan dapat diperiksa oleh masyarakat.
Daftar kebutuhan, sumber dana, bentuk bantuan, serta hasil program harus dibuka secara berkala kepada anggota komunitas. Musyawarah perlu memberi ruang bagi perempuan, kelompok miskin, pemuda, dan warga yang tidak memiliki kedekatan dengan elite lokal.
Keterbukaan akan menjaga Barifola dari praktik patronase yang dapat merusak kepercayaan sosial. Modal sosial yang kuat harus menghasilkan keadilan akses, bukan hanya memperkuat jaringan yang sudah berpengaruh.
Tantangan berikutnya ialah mengubah bantuan sosial menjadi pemberdayaan ekonomi. Rumah yang layak akan memberi perlindungan, tetapi tidak dengan sendirinya menciptakan pendapatan yang stabil. Keluarga penerima manfaat tetap membutuhkan akses terhadap pekerjaan, keterampilan, modal usaha, pasar, dan layanan keuangan. Barifola perlu dihubungkan dengan koperasi, kelompok usaha perempuan, pelatihan keterampilan, dan pengadaan barang lokal.
Kelurahan dapat memetakan kapasitas tiap keluarga, seperti keterampilan memasak, menjahit, berdagang, bertani, atau mengolah hasil perikanan. Dari pemetaan tersebut, bantuan dapat bergerak dari pemulihan darurat menuju penguatan sumber penghidupan. Tanpa strategi lanjutan, program berisiko berhenti pada perbaikan fisik yang belum memutus kerentanan ekonomi.
Kota Ternate memperlihatkan bahwa penurunan kemiskinan tetap memerlukan kebijakan yang fokus pada kelompok rentan. Pemerintah Kota Ternate melaporkan angka kemiskinan turun dari 3,39 persen pada 2023 menjadi 3,14 persen pada 2024. Meski demikian, persentase yang rendah tidak berarti seluruh persoalan kerentanan rumah tangga telah selesai. Satu keluarga dapat berada sedikit di atas garis kemiskinan, tetapi kembali miskin ketika kehilangan pekerjaan, sakit, atau menghadapi kenaikan harga pangan. Kerentanan ini lebih besar pada rumah tangga yang tidak memiliki aset, tabungan, dan jaringan perlindungan sosial yang kuat. Karena itu, Barifola dapat berfungsi sebagai pelengkap bagi sistem perlindungan sosial pemerintah pada tingkat komunitas. Perannya ialah mendeteksi risiko lebih awal dan memberi dukungan sosial sebelum keluarga jatuh ke kondisi yang lebih buruk.
Dalam kajian kelembagaan, negara yang efektif tidak harus bekerja sendiri, tetapi harus mampu membangun hubungan produktif dengan masyarakat. Peter Evans menjelaskan bahwa kapasitas pembangunan negara tumbuh ketika birokrasi yang profesional terhubung secara aktif dengan jaringan sosial masyarakat, tanpa kehilangan akuntabilitasnya (Evans, 1995). Gagasan ini penting untuk membaca Barifola sebagai mitra, bukan pengganti pemerintah. Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara perlu menyediakan data, anggaran pemicu, pendampingan, dan mekanisme evaluasi.
Komunitas dapat menyediakan kedekatan sosial, pengetahuan lokal, partisipasi, serta pengawasan terhadap kebutuhan riil keluarga. Kolaborasi ini akan menghasilkan kebijakan yang lebih responsif daripada pendekatan yang seluruhnya dirancang dari atas.
Namun, birokrasi harus tetap menjaga standar pelayanan agar bantuan tidak dikendalikan oleh relasi pribadi atau kepentingan politik.









Komentar