“Saya kira demikian baik dari sisi sistematis maupun moral sosiologis,” ujar H. Thaib Armayin.
”adapun Gubernur – Gubernur yang lain cukup sebagai tamu undangan yang menyaksikan pelantikan”imbuhnya.
Ia menjelaskan, HIKMU merupakan wadah bersama masyarakat Maluku Utara yang terdiri dari beragam suku dan agama. Kehadirannya diharapkan menjadi katalisator dan dinamisator bagi warga di perantauan.
JEMBATAN ANTARA JAKARTA DAN DAERAH
Lebih jauh, Thaib menegaskan HIKMU yang berkedudukan di Jakarta tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Maluku Utara di daerah.
“Disitulah posisi Gubernur Maluku Utara yang berdiri antara HIKMU di Jakarta dan masyarakat Maluku Utara di daerah,” tandasnya.













Komentar