oleh

MENENUN KEMANUSIAAN DARI RERUNTUHAN — Refleksi dari Pameran Seni Ukraina

-Artikel/Opini-1185 Dilihat

 

Oleh: M.Guntur Alting  : Pembina DPW SWI JAYA DKI Jakarta
—

​PERANG selalu dimulai dari kegagalan manusia merawat akal budi, dan menyisakan luka yang paling sulit dijamah oleh angka-angka statistik.

Di balik deru rudal dan puing-puing beton yang hancur lebur di Ukraina, ada sesuatu yang jauh lebih rapuh dan berharga yang turut terkoyak: martabat kemanusiaan.

Baca Juga  Politik Anggaran: Menjembatani Ketimpangan Pusat dan Daerah.

Ketika penderitaan telah menjadi rutinitas harian, bagaimana sebuah bangsa mempertahankan sisa-sisa kewarasannya?

​Jawabannya sering kali bersemayam di tempat-tempat yang paling tak terduga—bukan di ruang sidang Dewan PBB yang steril dan penuh kalkulasi kuasa, tapi pada selembar kanvas kumuh, goresan arang, dan warna-warna yang dipaksakan hidup di tengah kegelapan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *