Ternate, 8 Agustus 2026. Hari Sabtu kemarin menjadi momentum penting bagi civitas akademika Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Matematika FKIP Universitas Khairun. Rangkaian kegiatan yang dimulai dari General Lecture, Tes Kemampuan Awal Matematika, hingga Kuliah Perdana ini bukan sekadar seremoni pembuka semester, tetapi sebuah langkah strategis untuk memperkuat kualitas lulusan dan daya saing prodi di era pendidikan global.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP Unkhair, Prof. Dr. Abdu Ms’ud, S.Pd., M.Pd. Melalui sambutannya, beliau menekankan bahwa kolaborasi akademik dengan dosen dari luar negeri Universitas Kebangsaan Malayia adalah kebutuhan, bukan pilihan.
“Kegiatan kuliah umum yang menghadirkan narasumber internasional sangat penting untuk terciptanya kolaborasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Kegiatan ini membuka wawasan mahasiswa agar tidak hanya terpaku pada literatur lokal, tetapi juga bisa melihat bagaimana pendidikan matematika berkembang di kancah internasional,” ujar beliau.
Menurut Dekan FKIP Unkhair, Prof. Dr. Abdu Ms’ud, S.Pd., M.Pd. Kegiatan semacam ini menjadi jembatan bagi mahasiswa dan dosen untuk melihat perkembangan pendidikan matematika secara global.
Pernyataan dekan FKIP tersebut sangat relevan, karena salah satu tantangan besar pendidikan kita saat ini adalah keterhubungan dengan perkembangan global.
Puncak kegiatan ada pada General Lecture yang menghadirkan Dr. Nur Atiqah Jalaludin adalah dosen dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Tema yang diangkat, “Empowerimg future learners through STEM Education and Problem-Based Learning” sangat tepat sasaran. Di tengah kurikulum Merdeka dan tuntutan IKU PT, pendekatan STEM dan PBL adalah jawaban untuk melahirkan guru matematika yang tidak hanya bisa mengajar rumus, tetapi bisa melatih siswa berpikir kritis, kreatif dan menyelesaikan masalah nyata.
Melalui pemaparannya, Dr. Nur Atiqah juga menekankan bahwa pendekatan STEM dan Problem-Based Learning adalah kunci untuk membentuk pembelajar masa depan yang kritis, kreatif, dan siap menghadapi tantangan abad 21.
Kehadiran dosen Universitas Kebangsaan Malaysia juga memberi angin segar: mahasiswa jadi melihat langsung bagaimana riset dan praktik STEM diterapkan di negara tetangga.
Pengetahuan dan implementasi STEM penting bagi Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Matematika untuk memicu semangat riset dan publikasi internasional bagi dosen dan mahasiswa S1 dan magister pendidikan matematika.
Sesi Tes Diagnostik Kemampuan Awal Matematika untuk mahasiswa baru S1 juga patut diapresiasi. 20 soal essay dari materi SD hingga SMA bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memetakan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan mahasiswa terhadap konsep dasar matematika.
Hasil tes diagnostik ini, diharapkan Prodi bisa merancang program remedial atau penguatan yang terarah bagi mahasiswa dalam penyelesaian studi di jenjang sarjana. Matematika sebagai ilmu yang tersusun secara hirarki dan terstruktur sangat penting untuk dikuasai oleh mahasiswa sebagai peserta didik tanpa terkecuali mahasiswa Program Studi Matematika itu sendiri, melainkan mahasiswa program studi lain juga dituntut untuk memiliki pengetahuan dan pemahaman matematika yang mumpuni agar menunjang pengembangan keilmuannya. Apabila fondasi matematika mahasiswa di level SD hingga SMA rapuh, maka kuliah Kalkulus, Aljabar Linear, dan sejumlah mata kuliah di program sarjana akan jadi mimpi buruk. Langkah awal kuliah umum, tes diagnostik, dan kuliah perdana menunjukkan keseriusan Prodi S1 dan S2 pendidikan Matematika FKIP Universitas Khairun dalam menjaga mutu lulusan.
Kuliah Perdana yang disampaikan oleh Dr. Karman LaNani, Koordinator Prodi Magister Pendidikan Matematika, dengan tema “Operasi Hitung Dasar Matematika dengan Metode Non Simpan Pinjam”.
Tema ini sederhana tapi memiliki makna yang fundamental dalam menciptakan motivasi ber-matematika bagi mahasiswa. Berdasarkan kondisi di lapangan, banyak guru SD masih kesulitan menjelaskan konsep selain dengan cara “simpan-pinjam” yang sering membuat siswa hafal prosedur tapi tidak paham makna. Keberanian mengangkat metode alternatif, Dr. Karman La Nani mengingatkan kita bahwa tugas dosen pendidikan matematika adalah mengembalikan makna pada setiap konsep dasar.
Konsep operasi hitung dasar matematika diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa S1 yang akan jadi guru, dan mahasiswa S2 yang akan jadi pengembang kurikulum.Secara keseluruhan, kegiatan yang diikuti oleh dosen, mahasiswa S1 dan S2 ini berhasil menyatukan 3 pilar penting: wawasan global melalui dosen tamu, pemetaan mutu melalui tes diagnostik, dan penguatan konsep dasar melalui kuliah perdana.
Adanya berbagai kegiatan penunjang oleh setiap program studi, FKIP Universitas Khairun sudah berada di jalur yang benar. Tantangan selanjutnya adalah menindaklanjuti sebagai kegiatan yang berkelanjutan, konsisten, terukur mencapai visi dan misi Fakultas dan Universitas. Hasil tes diagnostik yang dilakukan oleh Program Studi Pendidikan Matematika harusmenjadi dasar pengembangan kurikulum, materi STEM dari Dr. Nur Atiqah Jalaludin harus diturunkan menjadi proyek di kelas, dan metode non simpan pinjam harus diujicobakan di sekolah mitra. Jika ini dilakukan, maka lulusan Pendidikan Matematika FKIP Unkhair tidak hanya akan “bisa mengajar”, tetapi akan menjadi agen perubahan yang memberdayakan pembelajar masa depan. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dan diperluas dengan riset bersama, pertukaran mahasiswa, dan publikasi bersama dengan Universitas Kebangsaan Malaysia dan Perguruan Tinggi lainnya secara international.
Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Matematika, Dr. Hasriani Ishak, S.Si., M.Sc melalui kegiatan ini megharapkan kepada mahasiswa untuk terus mengasah diri dan pengisi pengetahuan tidak hanya matematika, tetapi juga ilmu pengetahuan lainnya sebagai bahan kontekstual bagi perkembangan ilmu matematika, karena akan menjadi bahan penting bagi implementasi pembelajaran dengan pendekatan STEM dan Problem-Based Learning. Selain itu, Koordinator Program Studi Magister Pendidikan Matematika Dr.
Karman La Nani, S.Pd., M.Si, juga mengharapkan kepada mahasiswa S2 pendidikan matematika agar dapat menjadikan STEM dan Problem-Based Learning sebagai dasar bagi pengembangan keterampilan dalam pembelajaran dan penelitian yang berkelanjutan. Kegiatan di akhiri dengan Foro bersama antara dosen dan mahasiswa program studi S1 dan S2 pendidikan matematika.















Komentar