oleh

POSTINGAN AR FABANYO KRITIK PINJAMAN RP1 TRILIUN GUBERNUR SHERLY VIRAL, NETIZEN PRO-KONTRA

-HEADLINE-369 Dilihat

Kelompok Kontra / Kritis:

1. Riandini : “Rencana penambahan utang daerah sebesar Rp1 triliun seharusnya diuji dgn prinsip kehati-hatian fiskal. Utang hanya layak apabila menghasilkan manfaat ekonomi yg terukur… Jika ruang fiskal semakin sempit akibat kewajiban pembayaran pokok dan bunga, maka generasi berikutnya akan menanggung beban dari keputusan hari ini.”

Baca Juga  Bos Malut Institute: Maluku Utara Kaya Raya tapi Rakyat Dicekik Pajak, Pemerintah Langgar Konstitusi

2. M.Sahid Hamid : “Filosofi tata kelola APBD rujukannya adalah Perda. Rencana Pemda melakukan pinjaman 1 triliun adalah sangat bertentangan dgn tahun fiskal tatakelola APBD yg didasarkan pada perda, UU Keuangan Negara. Political Will Pemda dan DPRD harus hati hati dlm pengambilan keputusan.”

3. Mullah Taj Badr : “Bikin perencanaan program ikuti Efisiensi sj, kecuali APBD bisa sanggupi bayar. Kenapa tara minta sj Will Political Otsus bidang Ekonomi dan Kebudayaan saja, sehingga tidak perlu pinjam ke Bank.”

Baca Juga  PINJAMAN RP1 TRILIUN, PAKAR HUKUM: "GUBERNUR SHERLY BERPOTENSI LANGGAR 8 UU, 4 PP, 1 PERMENDAGRI DAN 1 PERDA"

4. Gamal Barmawi : “Pinjaman syah-syah saja asal diperuntukan untuk kepentingan Rakyat, jgn dikelola untuk kepentingan mafia proyek… Tapi ini juga hrs dgn persetujuan DPRD sesuai amanat UUD 45.”

Kelompok Pro / Mendukung:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *