TOBELO, 6 Juli 2026 — Proses penyelesaian kasus dugaan penghinaan terhadap tarian Cakalele yang dilakukan sejumlah konten kreator menuai kritik dari pemuda adat Tobelo. Mereka menilai Kesultanan Ternate tidak tepat menjadi mediator dalam mediasi tersebut.
Kasus ini mencuat beberapa hari terakhir setelah muncul konten dari sejumlah influencer berinisial AD, RM, dan RS yang diduga melecehkan dan menghina tarian Cakalele. Konten tersebut viral dan memicu reaksi dari masyarakat adat di Halmahera.
“Bukan Soal Etika Medsos, Tapi Identitas Budaya”
Andre Djodjo*, salah satu pemuda adat Tobelo, mengatakan persoalan ini tidak bisa disederhanakan sebagai pelanggaran etika bermedia sosial.
“Ini bukan soal melanggar etika bersosial media, namun melecehkan identitas budaya orang Halmahera khususnya bagi kami suku Tobelo-Galela,” kata Andre kepada wartawan di Ternate, Senin [6/7]









Komentar