1. Kemunafikan Kebijakan : Nyuruh pindah tapi tidak memberi contoh. Ini melukai rasa keadilan ASN dan rakyat.
2. Pemborosan : Rumah dinas Gubernur di Sofifi sudah disiapkan dengan uang rakyat. Tapi tidak dipakai. Malah bayar hotel sendiri.
3. Simbol Ketidakseriusan : Jika Gubernur saja tidak mau “berjuang” di Sofifi, bagaimana rakyat percaya Sofifi akan jadi pusat pertumbuhan baru?
UJUNG CERITA: PILIHAN ADA DI TANGAN GUBERNUR
Gerakan “usir” ini bukan makar. Ini tekanan moral dan politik.
Rakyat Malut tidak minta banyak. Hanya minta Gubernur menepati janjinya saat kampanye: jadikan Sofifi pusat pemerintahan yang hidup.
Pilihan sekarang ada di tangan Sherly Tjoanda.
Pindah ke Sofifi dan pimpin langsung*, atau *tetap di Hotel Bella dan hadapi gelombang kekecewaan yang makin besar*.
Karena pesan rakyat sudah jelas:
“Sofifi Rumah Kita. Kalau bukan rumah Gubernur juga, lalu rumah siapa?”
Sementara sumber media ini mengungkapkan, gerakan usir sherly ke sofifi sedang dikonsolidasikan sampai tiba waktunya mereka menggelar aksi di sejumlah titik termasuk di hotel Bella, tempat tinggal Gubernur Sherly di Kota Ternate.
”mereka sedang mengkonsolidasikan aksi ini di sejumlah tempat termasuk hotel Bella yang dicurigai sebagai kediaman Gubernur Sherly di Ternate”ungkap sumber of derecord ini.
Menutup pernyataannya, Muzakir “Jek”Dodaradaga mengharapkan Gubernur Sherly bijak dengan sehera pindah menetap di ibukota Sofifi.
”Ya merespon gerakan ini Gubernur Sherly alangkah baiknya bijak dengan sehera angkat koper ke ibukota Sofifi”imbuh Jek menutup pernyataannya.















Komentar