oleh

ADA GERAKAN “USIR” GUBERNUR SHERLY KE SOFIFI. PAKAR HUKUM: “WAJAR, RAKYAT SUDAH MUAK”

-HEADLINE-518 Dilihat

Alasannya hukum dan etika pemerintahan.
Gubernur adalah kepala pemerintahan di ibu kota provinsi. Jika pusat pemerintahan sudah ditetapkan di Sofifi, maka logikanya kepala daerah wajib berkantor dan bertempat tinggal di sana.

Ia mencontohkan mantan Gubernur Maluku Utara, H. Thaib Armayin.
“Beliau menetap di Sofifi hingga pembangunan ibukota Sofifi bisa digenjot,” kenangnya.

Baca Juga  KRITIK ! “Dr. Sofyan Abas Sorot Prioritas Bayar Utang ke Kontraktor di Tengah Tunggakan DBH Rp349 Miliar

Tanpa teladan dari atas, mustahil ASN lain mau berkorban.

3. “INI KLIMAKS KEKCEWAAN”

Muzakir “Bung Jek” Dodaradaga* menyebut gerakan ini puncak gunung es.

“Gerakan ini klimaks dari tuntutan Sherly menetap di Sofifi yang bergaung kencang terakhir ini,” tegas Bung Jek.

Ia heran dengan sikap Gubernur.
“Saya heran kenapa Sherly enggan ke Sofifi padahal instansi vertikal dia paksakan ke Sofifi,”ungkapnya.

Baca Juga  “Rp1,2 Triliun Mengendap, Ekonom : Gub Sherly Harus Segera Bayar DBH dan Gaji P3K Untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah.

Bagi Bung Jek ini soal kepemimpinan dan empati. Masa bisa nyuruh orang pindah, tapi dirinya sendiri nyaman di zona nyaman Ternate.

“Gerakan ini bakal bergelinding kencang jika Sherly pongah,” peringatnya.

4. 3 ALASAN KENAPA RAKYAT “MUAK”

Pakar melihat ada 3 hal yang membuat publik meledak:

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *