oleh

Salib Elektabilitas Prabowo, Akankah Dedi Mulyadi Keluar Dari Gerindra?


 

Tony Rosyid : Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Sukses ! Dedi Mulyadi sukses geser elektabilitas Prabowo. Jauh di atas dan melampaui Prabowo.

Elektabilitas bukan soal baik atau buruk. Elektabilitas juga tidak menggambarkan bagusnya program dan efektifitasnya kinerja. Tapi, elektabilitas berkaitan dengan bagaimana memikat hati dan mempengaruhi persepsi publik. Soal ini, selain Jokowi, Dedi Mulyadi jagonya.

Baca Juga  Utang DBH Belum Lunas, Pemprov Maluku Utara Malah Ajukan Pinjaman Rp. 1 Triliun.

Hampir semua rakyat Indonesia punya hp dan membukanya dalam setiap menitnya. Youtube, instagram, twitter, tiktok, facebook dan what up setiap hari muncul di layar hp dan menyapa pemiliknya. Di situ Dedi Mulyadi muncul dengan berbagai kontens. Kontens Dedi berisi video-video pendek dan cenderung menghibur. Mayoritas rakyat Indonesia suka hiburan yang ringan dan renyah yang disajikan Dedi. Apalagi dalam kondisi stress akibat tekanan ekonomi seperti sekarang.

Baca Juga  Pesan Untuk Generasi Yang Kelak Akan Menikmati Janji 100 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Jika Jokowi ngonten dengan tampilan wong ndeso, nyebur ke lumpur sawah dan masuk gorong-gorong, maka Dedi Mulyadi tampil lebih atraktif. Gusur bangunan atau bedeng di lahan milik negara. Baik dinas kehutanan maupun pengairan. Umumnya yang digusur Dedi adalah bangunan berukuran kecil, karena pemiliknya juga rakyat kecil. Pengusaha kelas menengah kebawah. Bangunan besar? Terlalu berat risikonya kalau digusur. Bangunan besar biasanya milik pejabat tinggi atau orang kaya di Jakarta. Terlalu rumit urusannya kalau harus diganggu. Bisa jadi bumerang. Bangunan besar sepertinya bukan wilayah mainan Dedi Mulyadi. Kelas kakap seperti reklamasi, Anies yang terbiasa menghadapinya. Setiap pemimpin punya ukuran nyali dan keberanian masing-masing.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *