oleh

Maluku Utara butuh Pemimpin Yang Paham Karakteristik Daerah Kepulauan, Bukan Boneka oligarki


Oleh Husein Umasangadji/Aktivis

Setelah lebih dari dua puluh lima tahun berdiri sebagai provinsi, Maluku Utara dalam banyak hal rasanya masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan berbagai daerah hasil pemekaran lainnya di Indonesia. hal ini tak lepas dari lemahnya tata kelola pembangunan daerah yang berbasis kepulauan serta kuatnya pengaruh elit oligarki yang ada di pusaran kekuasaan.
Pembangunan daerah kepulauan memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan dengan wilayah daratan luas seperti di daerah Sumatra, Jawa, ataupun kalimantan. Ini karena kondisi geografis yang kemudian memunculkan berbagai masalah seperti akses dan keterbatasan infrastruktur yang sangat berpotensi menimbulkan kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Kondisi yang demikian membuat daerah kepulauan cenderung menjadi kawasan yang tertinggal dalam proses pembangunan di negara ini.

Baca Juga  Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh Dari Sosok Prof. Dr. Sri Edi Swasono MPIA (Bagian Kedua)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *