oleh

EDISI SPECIAL ! 1 Muharram Datang Tanpa Kembang Api, Tapi Membawa Muhasabah yang Jauh Lebih Berharga

-KHAZANAH-970 Dilihat

 

Setiap tahun, 1 Muharram hadir diam-diam. Tanpa hitung mundur di televisi, tanpa kembang api yang membelah langit, tanpa pesta yang meriah. Dan justru di situlah letak bedanya dengan tahun baru lain: Tahun Baru Islam bukan soal euforia sesaat, tapi soal refleksi yang dalam dan perjalanan sejarah yang mengubah dunia.

Sayangnya, banyak yang melewatinya tanpa tahu makna sesungguhnya. Padahal di balik tanggal merah kalender Hijriah, ada kisah keberanian, musyawarah para sahabat, dan undangan Allah untuk kembali menata diri. Rumah Zakat merangkumnya untuk kita.

Dari Surat Tanpa Tahun, Lahirlah Kalender Hijriah

Umat Islam dulu tidak punya sistem penanggalan yang seragam. Tiap wilayah punya hitungan sendiri. Masalah muncul ketika Khalifah Umar bin Khattab RA menerima surat resmi tanpa keterangan tahun yang jelas. Bingung menentukan kapan surat itu ditulis, Umar mengajak para sahabat bermusyawarah.

Sekitar tahun 17 Hijriah atau 638 Masehi, diputuskanlah kalender Islam resmi. Ini bukan keputusan asal-asalan. Para sahabat sempat mengusulkan awal tahun dimulai dari kelahiran Rasulullah SAW, bahkan dari wafatnya. Tapi pilihan jatuh pada satu peristiwa: Hijrah.

Hijrah: Titik Balik Peradaban

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *