oleh

CATATAN USSER — Brazilnya Anceloti Ala Eropa : Samba Kini Menari Dengan Disiplin. Argentina ?


Sepak bola adalah perpaduan antara pragmatisme — harus menang – dengan permainan yang menampilkan keindahan”

Pagi tadi jantung fans Brazil sempat copot. Laga kontra Haiti mengingatkan kita pada “trauma Maroko” , Brazil yang kelihatan indah tapi kosong, meliuk tanpa arah, lalu berakhir imbang hambar. Jogo bonito versi nostalgia yang enak ditonton, tapi rapuh saat ditekan.

Baca Juga  Febrie Ardiansyah mundur dari Jampidsus. Pertarungan panas ke Kursi Kejagung?

Tapi peluit babak pertama selesai, skor 3-0. Peluit akhir, Celecao tetap pesta. Dan yang muncul bukan Brazil lama. Ini Brazil versi Aceloti ala Eropa,

1. Mati Gaya Lawan Maroko, Lahir Kembali Lawan Haiti

Melawan Maroko, Brazil masih mabuk “samba individual”. Vinícius Junior, Paqueta, Raphinha, semua mau jadi pahlawan sendiri. Dribble 5 orang, hilang bola, serangan putus. Hasilnya: mandul.

Baca Juga  Rudin Tamsil Linrung: Jembatan Istana dan Oposisi — Tony Rosyid : Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Pagi tadi beda cerita. Di bawah polesan dan komando Carlo Ancelotti, Brazil berubah jadi mesin. Tim-centris, bukan bintang-centris. Gerakan tanpa bola rapi, transisi cepat, dan yang paling fatal buat Haiti: one touch football. Bola mampir sekali, langsung jalan. Tidak ada meliuk 3 detik buat gaya-gayaan. Efeknya? Pemain Haiti yang bertenaga itu kelimpungan. Lari mengejar bayangan.

Baca Juga  Korupsi Lewat "Jalan Tol" Pilihan Tersingkat Untuk Cepat Kaya Raya di Indonesia — Oleh Jacob Ereste

Tiga gol di babak pertama bukan karena kebetulan. Itu hasil latihan, disiplin, dan mental kolektif ala Liga Champions yang Ancelotti bawa dari Madrid. Samba tetap ada, tapi sekarang samba yang diorkestrasi. Indah + efektif.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *