TERNATE — Pemindahan dan pemakaman kembali almarhum H. Burhan Abdurrahman di Ternate dinilai bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bentuk penghormatan sejarah dan pengakuan atas jasa seorang pemimpin.
Penilaian itu disampaikan Dr. Syahrir Ibnu, dosen dan sosiolog Universitas Khairun Ternate, Selasa (12/5/2026).
”Keputusan Pemerintah Kota Ternate di bawah kepemimpinan Dr. H.M. Tauhid Soleman untuk memulangkan dan memakamkan kembali Almarhum Dr. H. Burhan Abdurrahman di tanah kelahirannya bukan sekadar kebijakan pemerintahan biasa,” ujar Syahrir.
Menurutnya, publik Ternate menyambut keputusan itu dengan haru dan apresiasi karena H. Bur bukan hanya mantan wali kota, tetapi bagian dari denyut kehidupan sosial masyarakat. “Ia adalah sosok yang sederhana, dekat dengan rakyat, dan mampu menghadirkan wajah kepemimpinan yang hangat di tengah kehidupan masyarakat kecil.”
H. Bur Menjadi Ingatan Kolektif Masyarakat
Sebagai akademisi dan pemerhati sosial, Syahrir menilai figur H. Bur telah menjelma menjadi collective memory atau ingatan kolektif masyarakat Ternate.














Komentar