JAKARTA – Pengamat politik dan hukum Muslim Arbi melontarkan pernyataan keras terkait isu beredarnya pertemuan sejumlah oligarki Indonesia di Singapura yang disebut berlangsung rutin setiap pekan.
Menurutnya, dinamika tersebut tidak bisa dipandang sebagai isu biasa karena berpotensi menjadi bagian dari konsolidasi kekuatan ekonomi-politik yang merasa terganggu oleh arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Muslim Arbi menilai, jika kabar tersebut benar adanya, maka situasi itu dapat menjadi sinyal bahwa ada kekuatan besar yang sedang membaca ulang peta politik nasional pasca pergantian kekuasaan dari era Joko Widodo menuju pemerintahan Prabowo.
“Kalau benar ada pertemuan rutin oligarki setiap minggu di Singapura, ini tentu harus dibaca sebagai konsolidasi kepentingan ekonomi dan politik. Prabowo bisa digoyang bila kekuatan modal besar merasa kepentingannya terganggu,” kata Muslim Arbi kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Menurut Muslim, Singapura selama ini bukan sekadar pusat bisnis Asia Tenggara, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya jaringan modal internasional yang memiliki pengaruh besar terhadap dinamika ekonomi kawasan. Ia bahkan menyebut negeri tersebut sebagai basis kepentingan Barat dan kekuatan global di kawasan ASEAN.
Karena itu, ia melihat isu pertemuan oligarki di Singapura tidak bisa dilepaskan dari perubahan kebijakan pemerintah Indonesia yang mulai menyentuh kepentingan kelompok-kelompok ekonomi besar.
Muslim mengaku mendapatkan informasi bahwa sejumlah kalangan oligarki mulai menunjukkan ketidakpuasan terhadap beberapa kebijakan Presiden Prabowo, terutama terkait penataan aset dan lahan serta kebijakan denda besar terhadap korporasi tertentu.
“Informasi yang saya terima, ada oligarki yang kecewa karena kebijakan Prabowo dianggap terlalu keras terhadap penguasaan tanah dan aset. Ada juga kebijakan denda besar yang membuat mereka merasa tertekan,” ujarnya.











Komentar