Namun, ia mengingatkan bahwa dalam sejarah politik Indonesia, kekuatan ekonomi kerap menjadi faktor penting dalam menentukan stabilitas kekuasaan.
Dalam pandangan Muslim, situasi yang berkembang saat ini dapat dibaca sebagai fase awal pertarungan antara kekuatan negara dengan oligarki ekonomi. Ia menyebut pemerintahan Prabowo tampak ingin memperlihatkan posisi negara lebih dominan dibanding kekuatan modal.
“Kalau negara mulai mengambil alih kontrol yang selama ini terlalu dikuasai oligarki, pasti ada reaksi. Politik Indonesia memang selalu dipengaruhi pertarungan antara kekuasaan negara dan kekuatan modal,” ujarnya.
Ia menambahkan, publik perlu mencermati arah dinamika tersebut karena bisa berdampak terhadap stabilitas politik dan ekonomi nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Menurut Muslim, jika ketegangan antara pemerintah dan oligarki terus membesar, maka potensi manuver politik di belakang layar juga akan meningkat, termasuk melalui pengaruh media, jaringan politik, hingga kekuatan finansial.
Meski melontarkan kritik dan analisis keras, Muslim mengingatkan agar seluruh pihak tetap menjaga stabilitas nasional. Ia menilai perbedaan kepentingan antara negara dan pengusaha tidak boleh berkembang menjadi konflik terbuka yang merugikan rakyat.
“Yang penting jangan sampai pertarungan elite dan oligarki membuat ekonomi terganggu atau rakyat menjadi korban. Stabilitas nasional harus tetap dijaga,” pungkasnya.








Komentar