Jacob Ereste
Fenomena bertambahnya jumlah buzzer sebagai pembuat gaduh dalam media sosial, dalam kesimpulan Atlantika Institut Nusantara menjadi obyek pengamatan tersendiri yang menarik. Pertama jumlahnya yang cukup fantastis diturunkan ke lapangan untuk membuat kegaduhan dan kekisruhan, secara sengaja atau tidak sengaja membuat konsentrasi Pemerintah yang dipimpin Prabowo Subianto terganggu, atau bahkan hilang konsentrasi untuk melaksanakan programnya yang pro rakyat.
Memang teknis pelaksanaan sejumlah program pemerintah untuk memberdayakan rakyat, mengatasi kemiskinan dan memberantas kebodohan melalui Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, Nasionalisasi Aset, hingga memberantas korupsi di negeri kita tampak terganggu, sehingga upaya pembenahan dan perbaikan agar teknis pelaksanaannya yang timpang hingga tak maksimal mencapai sasaran mengalami hambatan yang cukup signifikan.
Fenomena dari pertambahan jumlah buzzer yang bisa menyesatkan banyak pihak — utamanya rakyat kebanyakan — memang merupakan ancaman terhadap stabilitas dan upaya membangun rakyat agar bisa lebih sehat dan cerdas dalam pengertian lahir maupun bathin. Hingga pada akhirnya dapat mewujudkan kemajuan bangsa dan negara Indonesia dalam semua segi hehidupan menuju tata peradaban baru yang lebih baik dan lebih ideal bagi kehidupan manusia pada masa depan.








Komentar