oleh

RUBRIK KHUSUS : Menggugat Politik Anggaran Sherly di Provinsi Kepulauan: Rumah Layak Huni atau Pulau Layak Huni?

Karena itu, arah kebijakan perlu ditegaskan ulang. Prioritas pertama adalah pembangunan barang publik: air bersih, transportasi laut, fasilitas kesehatan, pendidikan, energi, dan perlindungan lingkungan. Rumah layak huni tetap penting, tetapi harus ditempatkan sebagai intervensi afirmatif—bukan panggung utama.

Pada akhirnya, pertanyaan mendasar yang harus dijawab bukanlah berapa rumah yang telah dibangun, melainkan: apakah warga sudah hidup di pulau yang layak? Tanpa itu, pembangunan hanya akan tampak baik secara visual, tetapi gagal mengubah struktur kemiskinan.

Baca Juga  RUBRIK KHUSUS : Menggugat Politik Anggaran di Provinsi Kepulauan — Antara Realitas Geografis dan Keadilan Pembangunan

Rumah layak huni tidak otomatis menghadirkan kehidupan yang layak. Yang dibutuhkan Maluku Utara adalah pulau yang benar-benar layak huni.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *