Sejalan dengan kebijakan barang konsumsi atau sering disebut dengan kelompok pangan selalu mendapat perhatian masyarakat luas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, lebih khusus lagi menjelang hari besar keagamaan karena tingginya permintaan konsumsi, baik untuk puasa, lebaran idul Fitri, idul adha, Nataru bahkan Waisak hingga Imlek.
Kebijakan ini dari tahun ke tahun pemerintah selalu memberi perhatian utama hingga di berbagai sudut kota selalu di jumpai pasar murah yang di gagas Kementerian, Pemda hingga LSM lainnya.
Namun pada tahun 2026 ini, kebijakan importasi pangan sangat menyedihkan, karena berbagai kebijakan importasi tidak dilakukan dengan baik sebagaimana regulas atau tata niaga yang berlaku. Disinyalir petinggi Kementerian Perdagangan, Menko Pangan hingga Partai PAN ikut bermain-main dengan kebijakan impor hingga petengahan puasa ini berbagai permohonan pengusaha impor pangan pemilik API-U belum juga di terbitkan Persetujuan Importasi (PI). Sementara disisi lain, inportasi triwulan pertama 2026 dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan puasa ramadhan. Samapi dengan petengahan puasa atau tanggal 5 Maret 2026 PI tidak pernah kunjung tiba atau diproses Kementerian Perdagangan.
INDIKASI CAMPUR TANGAN POLITIK.
Kebijakan importasi sejak sepuluh tahun terakhir
(2016-2026) sudah menjadi konsumsi publik bahwa pelayanan impor dan ekspor di jadikan pimpinan kementerian sebagai ladang sapi perah.
Kondisi ini dipraktetkan dari menteri ke menteri sebagaimana yang sering diteriakkan (.almarhum Rizal Ramli ), bahwa para menteri mengambil rente/keuntungan dari setiap kebijakan dan mengesampingkan kepentingan rakyat dalam upaya stabilitas harga dan pemenuhan barang di pasar konsumen dengan harga yang layak diteri rakyat.
Belakangan ini, berbagai permohonan importir yang mengajukan permohonan pada Januari 2026 hingga kini tidak dilayani PI nya kendatipun perusahaannya telah diferivikasi petugas Kemendag /Clean and Clear.
Konon ditemukan PI di cicil kepada kolega/jaringan Politik untuk didagangkan kepada perusahaan yang ingin impor pangan atau hortikultura dengan mengutamakan negara asal dari China seperti; bawang bombay, apel, jeruk, anggur dan lengkeng.










Komentar