oleh

IPM Maluku Utara Naik Tipis, Ekonom UMMU Kritik Arah Belanja Rp3,5 Triliun APBD 2025

-HEADLINE-117 Dilihat

Kondisi serupa juga terjadi di sekolah kejuruan. Di SMK Informatika di Pulau Makian, misalnya, tidak tersedia guru khusus informatika. Ironisnya, fasilitas praktik pun dinilai belum memadai untuk menunjang keterampilan siswa.

Di sisi lain, ia mengkritik kebijakan pemerintah provinsi yang dinilai lebih fokus pada pembangunan rumah layak huni, ketimbang pembenahan sektor pendidikan.
“Rumah layak huni memang penting, tetapi itu bukan urusan wajib pemerintah provinsi. Yang lebih mendesak justru memperbaiki sekolah yang tidak layak dan memastikan ketersediaan guru,” tandasnya.

Baca Juga  Legislator PKS di Komisi XII Minta Pemerintah Tinjau Ulang Pemenang Lelang Proyek Geothermal Talaga Rano, Hal- Bar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *