oleh

Catatan Dari Kota Pahlawan – Soeroboyo : Tak Ucapkan Bela Sungkawa Syahidnya Ali Khamenei, Muslim Arbi: Prabowo Takut dengan Amerika

Menurut Muslim Arbi, dalam tradisi diplomasi dunia Islam, wafatnya seorang pemimpin spiritual sekaliber Ali Khamenei bukan hanya peristiwa domestik Iran, tetapi memiliki resonansi geopolitik dan emosional di berbagai negara berpenduduk Muslim. Ia menilai, setidaknya pernyataan empati kemanusiaan dapat disampaikan tanpa harus masuk pada posisi politik tertentu.

“Ini bukan hanya soal politik luar negeri, tetapi juga sensitivitas terhadap solidaritas umat. Prabowo terlihat takut ke AS dengan tidak mengucapkan bela sungkawa,” ujarnya dalam keterangan kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Baca Juga  Nuzulul Quran: Algoritma Iqra dalam Menangkal Disrupsi Post-Truth dengan Epistimologi Wahyu.

Muslim Arbi membandingkan sikap Indonesia dengan langkah Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang secara terbuka menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ali Khamenei di tengah ketegangan global. Menurutnya, langkah Malaysia menunjukkan keberanian diplomatik dalam mengekspresikan posisi moral tanpa harus memutus relasi strategis dengan negara Barat.

Ia berpendapat bahwa Indonesia selama ini dikenal dengan politik luar negeri bebas aktif. Prinsip tersebut, kata Muslim Arbi, semestinya memungkinkan pemerintah menyampaikan sikap kemanusiaan tanpa dianggap berpihak secara militer atau strategis. “Bebas aktif bukan berarti diam dalam setiap peristiwa besar dunia,” tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *