Ancaman Terhadap Masyarakat Adat Wayoli
Selain isu geopolitik, Julfikar menyoroti dampak langsung terhadap warga lokal. Masyarakat Adat Wayoli yang bermukim di sekitar Telaga Rano sepenuhnya bergantung pada tanah, hutan, dan sumber air warisan leluhur mereka.
Kehadiran proyek ini dipandang sebagai upaya perampokan terhadap identitas dan hak warga.
“Masyarakat Adat Wayoli telah berulang kali melakukan protes terbuka di depan Kantor Bupati Halmahera Barat karena mereka tahu tanah dan hutan itu adalah inti dari identitas sosial dan spiritual mereka,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa ekspansi industri ekstraktif ini akan menghancurkan pengetahuan tradisional dan menjerumuskan warga ke jurang kemiskinan serta degradasi ekologi.







Komentar